jump to navigation

Tulang Kuat, Jantung Sehat April 22, 2009

Posted by lovetropicanaslim in jantung, kalsium.
Tags: , , ,
trackback

84446501Mendengar vitamin D disebut, yang terbayang pastilah tulang. Betul, vitamin D membantu tubuh untuk menyerap kalsium sehingga tulang menjadi kuat. Tidak hanya itu, the sunshine vitamin juga turut menjaga sistem kekebalan tubuh dan mencegah berbagai penyakit seperti kanker dan multiple sclerosis. Tak heran jika makanan yang mengandung vitamin D wajib dimasukkan dalam menu diet Anda sehari-hari.

 

Vitamin D dan Kesehatan Jantung Penelitian terbaru yang dimuat di Circulation: Journal of the American Heart Association menemukan sisi positif lain dari konsumsi vitamin D bagi tubuh, yaitu untuk kesehatan jantung. Dengan kata lain, defisiensi vitamin D tidak hanya melemakhkan tulang, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung. Penelitian dilakukan terhadap 1739 partisipan dari Framingham Heart Study. Hasilnya, orang yang kekurangan vitamin D (di bawah 15 ng/mL) dua kali lebih berisiko terserang penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung, atau stroke dalam lima tahun ke depan dibandingkan orang yang kadar vitamin D-nya lebih tinggi. Pilih Sumber yang Sehat Kadar vitamin D yang rendah sering dijumpai pada orang yang hidup di daerah yang jarang terpapar sinar matahari atau yang berpakaian menyelubungi seluruh tubuh. Dari mana saja sumber vitamin D? Vitamin D dibentuk di kulit saat provitamin D terpapar sinar ultraviolet B pada cahaya matahari. Di samping itu, vitamin D secara alami terkandung dalam beberapa jenis makanan seperti minyak ikan, salmon, tuna, jamur dan telur. Mengandalkan makanan saja tentu tidak cukup, apalagi jika Anda jarang beraktivitas di luar ruangan. Setiap harinya, pria dan wanita berusia 19-50 tahun direkomendasikan untuk mengonsumsi 5 mikrogram vitamin D, dan jumlahnya meningkat menjadi 10 mikrogram per hari bagi mereka yang berusia 51-70 tahun. Sebagai gambaran, satu butir telur utuh ”hanya” mengandung 0,5 mikrogram vitamin D. American Heart Association menganjurkan orang-orang untuk mencukupi kebutuhan vitamin D dengan mengonsumsi makanan daripada menelan suplemen. Oleh karena itu, berpalinglah pada makanan kaya vitamin D atau produk-produk yang difortifikasi dengan vitamin D, misalnya susu dan sereal. (yun) Tempe, Pangan Tradisional untuk Diabetasi Tempe… pangan yang satu ini memang tiada habisnya. Pangan tradisional Indonesia yang dibuat dari fermentasi kacang kedelai ini di samping murah, enak rasanya, juga banyak khasiatnya untuk kesehatan. Siapa berani mengatakan bahwa tempe adalah makanan kelas dua? Simak fakta-fakta mengenai tempe berikut ini. Dilihat dari kandungan proteinnya, tempe merupakan bahan pangan berprotein nabati yang paling pas menggantikan daging. Jika dibandingkan, 100 gram tempe mengandung 18,3 protein, sedangkan 100 gram daging mengandung 18,8 dan 100 gram telur mengandung 12,2 protein. Konsumsi tempe mampu memenuhi 62% kebutuhan protein per harinya. Tidak hanya itu, penelitian juga membuktikan bahwa protein kedelai mampu membantu menurunkan kadar kolesterol kolesterol jahat dan bermanfaat dalam weight management. Kandungan serat kasar yang tinggi pada tempe berakibat kadar gula dalam darah tetap terjaga seusai mengonsumsinya. Itulah mengapa tempe sangat dianjurkan dikonsumsi oleh penderita diabetes karena mampu mengontrol kadar gula darah. Kandungan lemak pada tempe sangat rendah, yaitu 4 g per 100 g tempe. Dari 4 g lemak tersebut, 17.3% berupa asam lemak tak jenuh. Asam lemak tak jenuh inilah yang dapat menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular, yang merupakan pembunuh utama penderita diabetes.. Masih kurang dahsyat? Manfaat lain dari tempe antara lain mengandung vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel darah merah sehingga mencegah anemia. Sebagai tambahan, tempe juga merupakan sumber beberapa mineral seperti mangan dan magnesium, mengandung antioksidan untuk mencegah kanker, dan mudah dicerna. Anda sudah lihat buktinya, tempe memang maknyuuss!! Ayo para diabetasi, konsumsilah tempe setiap hari

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: